Monday, June 28, 2010

Definisi Produk Pariwisata ( Tourism Product )

14 komentar
Produk Pariwisata dibanding dengan jenis-jenis produk barang dan jasa lainnya memiliki ciri-ciri berbeda dan untuk memahami bentuk serta wujud dari produk pariwisata, maka berikut ini pengertian produk pariwisata yang dikemukanan oleh :
  • (Burkat dan Medlik), yaitu produk pariwisata dapat merupakan suatu susunan produk yang terpadu, yang terdiri dari objek dan daya tarik wisata, transportasi, akomodasi dan hiburan, dimana tiap unsur produk pariwisata dipersiapkan oleh masing-masing perusahaan dan ditawarkan secara terpisah kepada konsumen (wisatawan/tourist).
  • (Medlik dan Middleton), yaitu produk pariwisata terdiri dari bermacam-macam unsur yang merupakan suatu paket yang satu sama lainnya tidak terpisahkan serta memenuhi kebutuhan wisatawan sejak meninggalkan tempat tinggalnya sampai ketempat tujuannya dan kembali lagi ketempat asalnya.
Berdasarkan kedua pengertian ini, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 3(tiga) unsur yang membentuk suatu Produk Pariwisata, yaitu :
  1. Daya Tarik dari Destinasi
  2. Fasilitas dari Destinasi
  3. Kemudahan dari Destinasi
Selanjutnya ketiga unsur tersebut menyatu dan menghasilkan citra terhadap suatu destinasi, apakah baik atau buruk. Berikut ini terdapat sejumlah 6(enam) unsur produk pariwisata yang membentuk suatu paket pariwisata terpadu yang diuraikan berdasarkan kebutuhan wisatwan, antara lain:
  1. Objek dan Daya Tarik Wisata;
  2. Jasa Travel Agent & Tour Operator;
  3. Jasa Perusahaan Angkutan;
  4. Jasa Pelayanan Akomodasi, Restoran, Rekreasi dan Hiburan;
  5. Jasa Souvenir (Cinderamata);
  6. Jasa Perusahaan Pendukung.
Memahami produk pariwisata secara mendalam dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memehami ciri-ciri produk pariwisata, antara lain:
  1. Tidak dapat dipindahkan
  2. Tidak memerlukan perantara (middlemen) untuk mencapai kepuasan
  3. Tidak dapat ditimbun atau disimpan
  4. Sangat dipengaruhi oleh faktor non ekonomis
  5. Tidak dapat dicoba atau dicicipi
  6. Sangat tergantung pada faktor manusia
  7. Memiliki tingkat resiko yang tinggi dalam hal investasi
  8. tidak memiliki standart atau ukuran yang objektif dalam menilai tingkat mutu produk.
Pengertian Produk Wisata
Produk wisata merupakan rangkaian dari berbagai jasa yang saling terkait, yaitu jasa yang dihasilkan dari berbagai perusahaan (segi ekonomis), jasa masyarakat (segi sosial) dan jasa alam.
Menurut Suswantoro (2007:75) pada hakekatnya pengertian produk wisata “adalah keseluruhan palayanan yang diperoleh dan dirasakan atau dinikmati wisatawan semenjak ia meninggalkan tempat tinggalnya sampai ke daerah tujuan wisata yang dipilihnya dan sampai kembali kerumah dimana ia berangkat semula”
Produk wisata sebagai salah satu obyek penawaran dalam pemasaran pariwisata memiliki unsur-unsur utama yang terdiri 3 bagian (Oka A. Yoeti, 2002:211) :
  1. Daya tarik daerah tujuan wisata, termasuk didalamnya citra yang dibayangkan oleh wisatawan
  2. Fasilitas yang dimiliki daerah tujuan wisata, meliputi akomodasi, usaha pengolahan makanan, parkir, trasportasi, rekreasi dan lain-lain.
  3. Kemudahan untuk mencapai daerah tujuan wisata tersebut.
Mason (2000:46) dan Poerwanto (1998:53) telah membuat rumusan tentang komponen-komponen produk wisata yaitu :
  1. Atraksi, yaitu daya tarik wisata baik alam, budaya maupun buatan manusia seperti festival atau pentas seni
  2. Aksesbilitas, yaitu kemudahan dalam memperoleh atau mencapai tujuan wisata seperti organisasi kepariwisataan (travel agent)
  3. Amenities yaitu fasilitas untuk memperoleh kesenangan. Dalam hal ini dapat berbentuk akomodasi, kebersihan dan keramahtamahan
  4. Networking, yaitu jaringan kerjasama yang berkaitan dengan produk yang ditawarkan baik lokal, nasional maupun internasional.
Produk Wisata 
Produk wisata merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan kepada wisatawan untuk mengunjungi sebuah daerah tujuan wisata. Produk wisata dapat berupa alam, budaya serta hasil kerajinan masyarakat. Ada beberapa pendapat yang dikemukan oleh para ahli terhadap pengertian produk pariwisata, diantaranya :
  • Menurut Gooddall (1991: 63), produk wisata dimulai dari ketersediaan sumber yang berwujud (tangible) hingga tak berwujud (intangible) dan secara totalitas lebih condong kepada kategori jasa yang tak berwujud (intangible).
  • Menurut Burns and Holden (1989:172) produk wisata dinyatakan sebagai segala sesuatu yang dapat dijual dan diproduksi dengan menggabungkan faktor produksi, konsumen yang tertarik pada tempat-tempat yang menarik, kebudayaan asli dan festival-festival kebudayaan.
  • Menurut Kotler dan Amstrong (1989:463) yaitu sebagai sesuatu yang ditawarkan kepada konsumen atau pangsa pasar untuk memuaskan kemauan dan keinginan termasuk di dalam objek fisik, layanan, SDM yang terlibat didalam organisasi dan terobosan  atau ide-ide baru.
  • Suwantoro (1997:49), berpendapat produk wisata merupakan keseluruhan pelayanan yang diperoleh dan dirasakan atau dinikmati wisatawan semenjak ia meninggalkan tempat tinggalnya, sampai ke daerah tujuan wisata yang telah dipilihnya dan kembali ke rumah dimana ia berangkat semula.
  • Bukart dan Medlik (dalam Yoeti,1986:151) mendeskripsikan produk wisata sebagai susunan produk yang terpadu, yang terdiri dari obyek wisata, atraksi wisata, transportasi (jasa angkutan), akomodasi dan hiburan di mana tiap unsur dipersiapkan oleh masing-masing perusahaan dan ditawarkan secara terpisah.saalh satu bentuk produk pariwisata
Dari beberapa pengertian di atas, dapat dideskripsikan bahwa produk wisata merupakan pelayanan yang dapat dinikmati oleh wisatawan dari tempat asal,di daerah tujuan wisata, sampai kembali ke rumah, yang ditunjang oleh atraksi wisata, fasilitas dan layanan, harga produk, aksesibilitas pendukung yang dapat mempermudah kegiatan perjalanan wisata.

Sunday, June 27, 2010

Sejarah dan Fasilitas Ayodya Resort Bali

8 komentar
Sejarah Singkat Ayodya Resort Baliayodya resort pool
  Tanggal 3 Maret 1991, PT. Benegati Betegak meresmikan hotel Hilton di Nusa Dua, Bali dan merupakan hotel Hilton ketiga di Indonesia, selain di Jakarta dan di Surabaya. Hotel yang bernama Bali Hilton International Hotel merupakan hotel berbintang lima, yang diresmikan oleh mantan Presiden Indonesia ke 2, Bapak Soeharto. Pembangunan Bali Hilton International Hotel, dimulai pada tanggal 17 Februari 1987 dengan mengerahkan sebanyak 2000 tenaga lokal, dan dilakukan selama 3 tahun. Bali Hilton International Hotel merupakan hotel ke 150 dari hotel cabang Hilton International dan hotel ke 19 di Asia Pasifik. Bali Hilton dikelola oleh roomHilton Hotels Corporation dengan sistem franchise.
Bali Hilton International Hotel yang berada di daerah Nusa Dua, sebelah selatan pulau Bali, berdiri pada Bukit Peninsula dan merupakan kawasan Bali yang paling berkembang oleh turis. Daratan yang indah, pasir putih, dan pemandangan Gunung Agung, serta koral dari Samudra Indonesia, menjadi keunggulan tersendiri dari kawasan Nusa Dua. Bali Hilton International Hotel memiliki luas sebesar 11,5 hektar, dan tepat berseberangan dengan Bali Golf and Country Club. Tepatnya di jalan Pantai Mengiat, PO. Box 46, Nusa Dua (80363), Bali. Bali Hilton International Hotel berjarak 12 km dari bandara Ngurah Rai International Airport yang dapat ditempuh dengan 15 menit dengan menggunakan mobil. Dan berjarak 30 km dari pusat kota, atau 35 menit menggunakan mobil. Pada tanggal 1 September 2006 Bali Hilton International Hotel melakukan perubahan nama/ rebranding menjadi Ayodya Resort Bali yang kini dimiliki, dan dikelola oleh Singgasana Hotels & Resort. Singgasana Hotels & Resort sendiri, merupakan sebuah perusahaan pengembangan properti dan pengelolaan perhotelan nasional. Singgasana Hotels & Resort hingga kini mengelola delapan properti kelas atas Indonesia, yaitu:

  1. The Sultan Hotel Jakarta

  2. Singgasana Hotel Makasar

  3. Singgasana Hotel Surabaya

  4. Lombok Golf Kosaido

  5. The Executive Club Jakarta

  6. The Residence

  7. Jakarta Convention Center (JCC)

  8. Ayodya Resort Bali
Ayodya Resort Bali berada di kawasan Bali Tourism Development Center atau yang biasa disingkat dengan kawasan BTDC, yaitu areal kumpulan hotel- hotel berbintang di Nusa Dua Bali. Dalam area BTDC ini terdapat hotel- hotel berbintang lainnya seperti Melia Bali Villa and Spa Resort, Nusa Dua Beach Hotel and Spa, Laguna Resort and Spa Nusa Dua Bali, Bale Bali Hotel, serta Amanusa Resort.
Konsep Ayodya Resort Bali adalah menyediakan pengalaman bagi para tamu untuk menjalani kehidupan layaknya orang Bali yang tidaka pernah ditemukan di negara asalnya. Konsep ini diwujudkan dengan memberikan atrakasi seni dan budaya Bali yang sangat beragam itu melalui semua pelayanan kepada para tamu yang bertema Bali, serta semua bentuk fasilitas hotel yang meliputi lobi berukuran besar dan luas dengan ciri khas arsitektur Bali yang bertema cerita Ramayana, kolam renang yang berukuran besar, beberapa ruangan pertemuan berukuran besar, lapanagn tennis indoor, pusast kebugarn dan spa, saran olha raga air dan berbagai faslitas lainnya ynag bertaraf internasional.
Fasilitas Kamar Ayodya Resort :
Ayodya Resort Bali memiliki 600 kamar untuk disewakan kepada tamu, yang terdiri dari beberapa tipe yaitu :
1. Deluxe Room : Kamar seluas 48 meter persegi yang merupakan kamar standar dari Ayodya Resort Bali dengan pilihan garden view atau ocean view.
2. Grande Room : Kamar seluas 56 meter persegi, dengan dekorasi yang elegan, lantai teak parquet, memiliki fasilitas akses internet broadband, televisi layar datar sebesar 25 inci, dengan pilihan garden view atau ocean view. Tersedia 62 set interconnecting room.
3. Ayodya Honeymoon : Kamar seluas 56 atau 79 meter persegi dengan four poster bed, dua buah daybed dan mebel di beranda serta bathtub untuk berdua.
4. Ayodya Suite : Ayodya suite memiliki beberapa tipe kamar dengan fasilitas yang berbeda- beda, antara lain:

  • Mandavi Suite

  • Bharata Suite

  • Rama Shinta Suite

  • Kausalya Suite

  • Dasaratha Suite
5. Ayodya Palace Room : Kamar seluas 56 meter persegi dengan fasilitas mewah, shower cabinet terpisah, dengan pilihan garden view atau ocean view.
Ayodya Palace, merupakan produk baru yang telah direncanakan dalam dua tahun sebelum proses rebranding dilakukan. Salah satu produk unggulan Ayodya Resort Bali ini, menghabiskan dana sekitar 3 miliar USD. Proses pembagunan dimulai sejak Oktober Ayodya Palace merupakan produk modern yang ditujukan bagi para honeymooners, serta para eksekutif maupun pejabat pemerintahan yang mengutamakan dan peduli pada nilai eksklusifitas. Adanya koneksi internet tanpa kabel yang disebut juga dengan Wi-Fi, dapat menunjang aktifitas para eksekutif yang membutuhkan jaringan informasi cepat dan terpadu.
Ada beberapa keuntungan lebih bagi para tamu yang menginap di Ayodya Palace yang tidak diperoleh tamu yang menginap di deluxe dan grande room,

  1. Tamu diijinkan untuk bersantai di Ayodya Palace Lounge dengan berbagai fasilitas yaitu :

  2. kolam renang khusus tamu Ayodya Palace

  3. gratis sarapan jam 7.00-11.00, afternoon tea jam 15.00-17.00, evening

  4. cocktails and canapes jam 18.30-22.00, dan soft drink, teh serta kopi setiap saat.

  5. Gratis meminjam CD dan DVD.

  6. Ayodya Spa khusus tamu Ayodya Palace.

  7. Shuttle Service dari lobi Ayodya Palace menuju lobi utama dan sebaliknya.

  8. Mendapat pelayanan Ayodya Palace Butler.
Setiap kamar di Ayodya Resort Bali memiliki fasilitas yang berbeda-beda menurut tipe kamar masing-masing. Ada beberapa fasilitas yang terdapat di semua kamar, yaitu:

  1. Pengatur suhu

  2. Kamar mandi dengan bathtub dan shower

  3. Telepon internasional

  4. Musik in-house

  5. telivisi kabel dan film

  6. mini bar

  7. pengering rambut, shaver outlet

  8. beranda

  9. kunci elektronik

  10. fasilitas untuk membuat teh dan kopi.
Selain hal tersebut di atas, terdapat perbedaan nama kamar, luas ruangan, fasilitas yang disediakan, permainan interior, tata letak furnitur, serta harga yang ditawarkan untuk masing- masing kamar tersebut
Fasilitas Hotel Lainnya :
Ayodya Resort Bali memiliki fasilitas-fasilitas lainnya yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan tamu, antara lain:
1. Guest Service Facilities : Guest Service Facilities Ayodya Resort Bali tidak jauh berbeda dengan apa yang ditawarkan oleh Bali Hilton International Hotel.Beberapa hal di bawah ini merupakan fasilitas yang disediakan untuk dapat menunjang kegiatan tamu, yaitu:restoran

  • In-house guest clinic

  • House Doctor on Call

  • Dentist on call

  • Disable rooms

  • Wheelchairs

  • Concierge

  • Packing Service

  • Non-smoking rooms

  • Limousine and Car Rental

  • Mail & Postages Facilities

  • Shopping arcades

  • Luggage Store Room

  • Safety Deposit Box

  • Pillow (non-allergic)

  • 24 hour Room Service
2. Business Centre : Memiliki fasilitas lengkap antara lain faksimili, printer, jasa sekretaris, fotokopi, komputer, akses internet dengan tarif Rp. 15.000/ 15 menit. Dan yang terakhir adalah penambahan yang dilakukan pasca rebranding yaitu adanya fasilitas intepreter, untuk masalah komunikasi dan bahasa asing. Jam operasional antara jam 09:00 hingga 17:00 WITA.
3. Meetings and Function Room : Mempunyai total 13 ruangan baik untuk rapat maupun function. Yang membedakan adalah kapasitas tamu yang dapat ditampung. Total keseluruhan tamu yang dapat ditampung adalah sebesar 2500 orang.
4. Housekeeping and Laundry  : Beroperasi dari jam 06:00 hingga 00:00 WITA. Berbagai layanan diberikan seperti regular laundry, dry cleaning, express laundry, dan pressing. Untuk Housekeeping and Laundry tidak ada yang berubah pasca rebranding.
5. Recreation Facilities  : Meliputi kegiatan olah raga dan leisure bagi tamu antara lain:

  • Outdoor Swimming Pool

  • Indoor tennis court

  • Squash court

  • 18-hole golf course, adjacent to hotel

  • Fitness center: gym yang dilengkapi dengan AC, aerobics, sauna, dan whirlpool

  • The Spa dengan paket-paket massage, body treatment. Dalam sebuah taman dengan 4 treatment suites dan 7 treatment rooms.

  • Jogging track dan 300 meter of beachfront

  • Watersports seperti: surfing, snorkeling, wind surfing, water skiing, diving.
  • Mini golf
6. Guest Shop : Menyediakan berbagai kebutuhan para tamu, seperti Hilton souvenir shop & drugstore, arts & handicraft shops, travel agencies, hairdresser & beauty salon, apparel and boutiques, shopping arcade, spa shop. Beberapa toko tersebut di atas mulai beroperasi mulai pukul 09:00 hingga 20:00 WITA. Khusus untuk Hilton souvenir shop & drugstore, beroperasi dari jam 07:00 hingga pukul 23:00 WITA.
7. Special Service : Dalam menyambut peluang bisnis dan wisatawan dari Jepang, Bali Hilton International Hotel meluncurkan first-ever customer-led service brand design yaitu WaNo Kutsorogi yang berarti kenyamanan dan pelayanan dengan cara Jepang. Logo dari pelayanan ini adalah bentuk dari crane, the tsuru, dan lambang dari Jepang yang mewakili elemen kebebasan, keberuntungan, dan kebahagiaan. Fasilitas pelayanan yang ditawarkan di WaNo Kutsorogi antara lain adalah staf yang dapat berbicara bahasa jepang aktif, bahan-bahan yang ditulis dengan menggunakan bahasa Jepang, green tea khas Jepang, yukata, sandal Jepang, dan Japanese Newspaper.
8. Food and Bevarage Facilities : Meliputi berbagai macam restoran yang menawarkan aneka ragam hidangan baik citarasa nasional maupun internasional. Semua fasilitas Food & Beverages tidak mengalami perubahan secara signifikan, namun ada beberapa peningkatan dari segi fasilitas, seperti tatanan audio visual baru, penambahan patung, pahatan dan ukiran khas Bali. Ayodya Resort Bali lebih menekankan peningkatan kualitas pelayanan. Khususnya aplikasi Ayodya Royal Service, yaitu setiap tamu dilayani dengan penuh perhatian, ramah tamah, dengan sentuhan adat istiadat budaya Bali. Khusus untuk F&B Department, Ayodya Resort Bali mengaplikasikan Ayodya Cuisine.

Thursday, June 24, 2010

Definition & Function of Professional Conference Organizer (PCO)

3 komentar

PCO

A Professional Conference Organiser or Professional Congress Organiser (PCO) is a company which specialises in the organisation and management of congresses, conferences, seminars and similar events.

  1. Professional Conferenc Organizer
  2. Professional Congress Organizer
  3. Described as Event Management Company
  4. USA – Independent Meeting Planner
  5. DMC (Destination Management Company) Specialist Ground operators untuk bidang incentive untuk perusahaan travel, serta menangani bidang converence organzer khususnya jika conferensi dilaksanakan di luar negeri conference

Association of British Professional Conference

Portofolio of services offered by a Professional Conference Organizer:

  1. Venue selection, booking and liaison
  2. Reservation and management of delegate accomodation
  3. Event marketing, including the design of conference programmes and promotional materials, PR and media so-ordination, presentatons to commitees and board
  4. Programme planning, speaker selection and briefing
  5. Provision of an administrative secretariat, handling delegate registrations, recruitment, and briefing of conference staff, co-ordinationg delegates travel arrangements
  6. Organization of exhibitions/expositions, including sales and marketing functions
  7. Advising on and co-ordinating audio-visual services and the production of the event, including the provision of multilingual interpretation and translation services
  8. Planning the catering for an event, liasing with chefs, conference and banqueting staff, and independent catering companies
  9. Arranging social event, tour programmes and technical visits
  10. Arranging security cover and advising on health and safety issues
  11. Recording, transcribing, and producing the proceedings of meeting for publication, aranging poster sessions, processing of abstracts
  12. Preparation of budgets, managing event income and expenditure, gerating revenue through sponsorship, exhibitons/expositions and satellite meetings, handling VAT and insurance issues
  13. Preparation of contracts with venues and other supplier

DMC (Destination Management Company)

Local service organization

  • Provides consulting services, creative events and exemlary management of logistics

Ground Operator provider

  • Transportation in locale: coaches, rental cars, rail etc

Incentive Travel Houses and DMC’s therefore, work very closely together

  • Idea (creative idea and wanthings that never been tried before for clients
  • Tighter budgets
  • Employed DMC staff, handle delegate accomodation

PCO Chalenge and Change

  1. Only 25 – 40 percent now book via PCO, compare same way 80 per cent 10 years ago
  2. Convention Bureaux are, in some cases, competing against PCO’s for commissions from both venue and accommdodation bookings, using such income to fund their ongoing destination marketing activity
  3. The reduction of commision
  4. Registration fees
  5. PCO’s hotel contract

PCO ( Professional Congress Organizer)

  • Perusahaan khusus untuk melaksanakan pertemuan (meeting) atau kegiatan dengan basis profesional
  • Adalah Konsultan, adminstrator , kreator yang memberikan perhatian penuh bagi mendukung suksesnya kegiatan pertemuan yang diselenggarakan baik pemerintah, swasta, organisasi maupun assosiasi national, regional maupun international.

Tangggunag Jawab PCO

  • Perencanaan /planning
  1. Mengatur dalam struktur organisasi panitia
  2. Membuat keterangan mengenai tugas dan kewajiban panitia secara detail
  3. Mempersiapkan jadwal administrasi secara detail mengenai tanggung jawab dan batas kerja dalam tugas tersebut.
  • Rincian Jadwal/ Shcedule

PCO membuat rincian secara jelas dan tertulis yaitu

  1. Jadwal administrasi
  2. Pembuatan breakdown timetable
  3. Perencanaan lokasi / tempat
  4. Peralatan audio visual chart
  5. Pengaturan kebutuhan makanan dan minuman
  6. Pembuatan tanda untuk pembicara
  7. Penempatan staf
  8. Management konverence hall
  9. Kebutuhan kebersihan
  • Koresponden/corespondence
  1. PCO dapat membantu panitia di dalam semua kebutuhan korespondensi yang berhubuhan dengan kepentingan konferensi suatu organisasi. Kecuali materi teknis/program yang seharusnya dipenuhi oleh pihak panitia.
  • Mencari tempat penyelenggaraan/venue search
  1. PCO akan membantu pihak panitia didalam pencarian tempat penyelenggaraan. Sesudah itu PCO menindak lanjuti tempat penyelenggaraan setelah surat penunjukan diberikan.
  • Menindak lanjuti kegiatan pelaksanaan penyelenggaraan
  1. Negosiasi dan pengaturan kontrak
  2. Membuat dan merinci mengenai fasilitas dan pengaturan ruangan
  3. Mengatur lokasi atas fasilitas yang tersedia untuk kegiatan rapat panitia (penerimaan tamu, pendaftaran, sekretariann, gudang dan kebutuhan ruangan lainnya)
  4. Alat bantu audio visual
  5. Peralatan panggung, teknis dan elektronik
  6. Tenaga pengangkut barang, tenaga kebersihan, tempat pembuangan sampah, dsb
  7. Makanan dan minuman untuk para delegasi
  8. Kebutuhan sekretaris, peralatan kantor , ketik-mengetik, fotocopy, dsb
  • Promosi /marketing
  1. PCO mengkoordinasikan semua kebutuhan surat-menyurat di dalam proses marketing atau promosi suatu acara.
  2. Mengkoordinasi kegiatan akan kebutuhan promosi sebelum konferensi dimulai
  • Penghubung delegasi/delegate liaison
  1. Membantu panitia dalam semua kebutuhan komunikasi dengan peserta
  2. Melaksanakan korespondensi, pembetulan , pembatalan dan permintaan-permintaan sebelum konferensi dimulai
  3. Mendistribusikan pengumuman konferensi kepada peserta di indonesia
  4. Menyusun secara alpabetical daftar peserta konferensi
  5. Mengkoordinasi keperluan registrasi seperti acara, daftar peserta, jurnal atau brosur sesuai permintaan
  6. Pemberian petunjuk-petunjuk yang diperlukan para delegasi di tempat

Wednesday, June 23, 2010

Karangasem Full Day Tour

1 komentar

Deskripsi Karangasem Full Day Tour, Durasi 11 jam

Pukul 08.00 wita penjemputan untuk melaksanakan tour-Pukul 09.00-10.00 wita mengunjungi Goa Lawah

clip_image002Pura Goa Lawah terletak sekitar 49km dari Kota Denpasar tepatnya di Kecamatan Dawan,Klungkung atau sekitar 10km sebelah timur Kota Semarapura.Tidak diketahui pasti siapa pendiri dan kapan didirikannya Pura Goa Lawah ini, tetapi pura ini diperkirakan didirikan oleh Mpu Kuturan pada abad ke-11.Pura yang dihuni oleh ribuan kelelawar. Pemandangan ditempat ini terasa unik, sebuah goa kelihatan dibawah pohon yang rindang, sementara dimulut goa terdapat beberapa pelinggih. Pura Goa Lawah menempati wilayah pantai yang bertemu dengan wilayah perbukitan

Pukul 11.00-12.45 wita mengunjungi Desa Tenganan ( Bali Aga Village)

clip_image004Tenganan Pegeringsingan terletak di Kecamatan Manggis, sekitar 65 km dari Denpasar (Bandar Udara Internasional Bali), dekat dengan Candidasa dan dapat dijangkau dengan mudah oleh kendaraan umum atau pribadi. Tenganan merupakan salah satu dari beberapa desa kuno di Bali, yang biasanya disebut “Bali Aga” yaitu penduduk Bali asli yang tidak terlalu banyak mendapat pengaruh luar.Di desa ini wisatawan bisa menyaksikan bangunan-bangunan desa dan pengrajin-pengrajin muda yang menggambar lontar-lontar.Terdapat juga Tradisi perang pandan atau yang sering disebut mekare-kare di Desa Tenganan dilakukan oleh para pemuda dengan memakai kostum/kain adat tenganan, bertelanjang dada bersenjatakan seikat daun pandan berduri dan perisai untuk melindungi diri.Tradisi ini berlangsung setiap tahun sekitar bulan Juni, biasanya selama 2 hari.

Pukul 13.00-14.30 wita Lunch di restoran Candidasa

clip_image006Candidasa terletak sekitar 10 km dari Desa Tenganan. Di sini wisatawan bisa makan siang dan istirahat sejenak melepas kelelahan. Candidasa mempunyai banyak pilihan restoran sehingga wisatawan tidak akan dipusingkan dengan selera makanan yang berbeda-beda. Restoran di sekitar Candidasa juga menyuguhkan makanan dan seaside view (pemandangan alam pantai dari restoran) yang memukau.

Pukul 15.00-16.00 wita mengunjungi Puri Agung Karangasem

clip_image008Puri Karangasem terletak di Amlapura, sekitar 78 km dari Denpasar. Sekitar 15 menit dari Taman Ujung. Puri Agung Karangasem dibangun pada abad ke-19 oleh Anak Agung Gede Jelantik, raja pertama Kerajaan Karangasem. Tujuan wisata ini menarik untuk dikunjungi karena arsitekturnya yang unik, yang merupakan kombinasi antara arsitektur Bali, Cina, dan Eropa. Arsitektur Bali dapat ditemukan pada pahatan patung-patung Hindu dan relief pada dinding puri. Pengaruh Eropa terlihat pada gaya gedung utama dengan beranda yang besar, sementara arsitektur Cina tampak pada gaya jendela, pintu, dan ornamen yang lain.

Pukul 16.15-17.15 wita mengunjungi Taman Ujung (Water Palace)

clip_image010Taman Soekasada Ujung terletak di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem-sekitar 85 km dari Bandar Udara Ngurah Rai atau 5 km dari Amlapura.Istana Air Ujung, yang oleh masyarakat setempat disebut Taman Soekasada Ujung dibangun pada tahun 1919. Namun, peresmian kompleks istana air ini dilakukan pada tahun 1921. Istana air yang dikonstruksi oleh raja terakhir Karangasem, I Gusti Bagus Jelantik, yang memerintah di Karangasem antara 1909 dan 1945. Taman Ujung dibangun untuk menyambut dan melayani tamu-tamu penting dan raja-raja dari negara retangga, disamping sebagai tempat untuk raja dan keluarga kerajaan. Kompleks Taman Soekasada Ujung merupakan kombinasi dari arsitektur Bali dan Eropa. Terdapat tiga kolam besar dan luas di daerah ini.

clip_image012Pukul 17.45-19.00 wita mengunjungi Pura Besakih

Pura Besakih adalah pura terbesar yang ada di Bali. Pura Besakih juga sering disebut The Mother of Temple.Pura Besakih terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, kabupaten Karangasem. Letak Pura ini di kaki Gunung Agung pada lereng Barat Daya pada ketinggian lebih kurang 1000 meter dari permukaan laut yang berjarak dari kota Denpasar lebih kurang 59 km. Gunung Agung yang tingginya lebih kurang 3142 meter adalah gunung yang tertinggi di bali, dan merupakan gunung berapi yang kini masih aktif. Menurut catatan yang ada, gunung Agung sudah pernah meletus lima kali yaitu pada thn 1089, tahun 1143, tahun 1189 dan terakhir pada tahun 1963, yang menimbulakn banyak korban terutama didaerah karangasem dan klungkung. Menurut perkiraan Besakih diambil dari kata "Basuki" yang artinya "Selamat" yang mana dihubungkan dengan riwayat penanaman Panca Datu (lima jenis Logam) oleh Rsi Markandeya.
Pukul 19.00 wita kembali ke hotel

              KARANGANSEM FULLDAY TOUR ITENERARY

    TIME

DURATION

      PLACE

                EXPLANATION

08.00 am

-

Inna Grand bali Beach Hotel Beach

 

Pick up guest from hotel, explain in outline the tour route and the touris object that will visit during the tour

-

60’

 

on the way to bat cave

09.00-10.00 am

60’

Goa Lawah

 

The tour participants will take and guide to the bat cave and seight seeing around the temple

-

60’

-

 

on the way to Tenganan Village

11.00-12.45 am

105’

Tenganan Village

 

See the traditional Balinese people that they keep their unique culture from their ancestors, also shopping place provided for tourist

-

15’

-

 

on the way to lunch

01.00-02.30 pm

90’

Lunch at Candidasa

 

Take a rest while have a lunch and see the beautiful sea view of candidasa

-

30’

-

on the way to Puri Agung Karangasem

03.00-04.00 pm

60

Puri Agung Karangasem

 

Take a tour to the inside house of famous king that used to be rule the entire karangasem regency

-

15’

-

 

on the way to water palace

04.15-05.15 pm

60’

Water Palace

 

See a great architecture from combination Balinese and Europe style and fantastic view of this buliding

-

30’

-

 

on the way to besakih Temple

05.45-07.00 pm

75’

 

Besakih Temple

 

The biggest and greatest temple in Bali, symbolized bali as a god island and full of interesting history that remain behind each temple

07.00 pm

BACK TO HOTEL

Definisi, Tugas & Perbedaan Biro Perjalanan Wisata dengan Agen Perjalanan Wisata

13 komentar

Biro Perjalanan Wisata

Definisi BPW :

  • Nyoman S. Pendit memberikan pengertian bahwa BPW adalah perusahaan yang memiliki tujuan untuk menyiapkan suatu perjalanan bagi seseorang yang merencanakan untuk mengadakannya.
  • R. S. Damardjati menjelaskan bahwa BPW adalah perusahaan yang khusus mengatur dan menyelenggarakan perjalanan dan persinggahan orang – orang termasuk kelengkapan perjalannannya, dari suatu tempat ke tempat lain, baik di dalam negri, dari dalam negri, ke luar negri atau dalam negri itu sendiri.
  • Menurut undang – undang No. 9 Th. 1990 bagian kedua pasal 12, disebutkan bahwa BPW merupakan usaha penyedia jasa perencanaan dan / atau jasa pelayanan dan penyelenggaraan wisata.

Biro perjalanan wisata memiliki tugas sebagai berikut :

  1. Menyusun dan menjual paket wisata luar negeri atas dasar permintaan.
  2. Menyelenggarakan atau menjual pelayaran wisata (cruise).
  3. Menyusun dan menjual paket wisata dalam negeri kepada umum atau atas dasar permintaan.
  4. Menyelenggarakan pemanduan wisata.
  5. Menyediakan fasilitas untuk wisatawan.
  6. Menjual tiket/karcis sarana angkutan, dan lain-lain.
  7. Mengadakan pemesanan sarana wisata.
  8. Mengurus dokumen-dokumen perjalanan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Agen Perjalanan Wisata

Definisi APW : Badan usaha yang menyelenggarakan usaha perjalanan yang bertindak sebagai perantara dalam menjual atau mengurus jasa untuk melakukan perjalanan.

Agen perjalanan wisata memiliki tugas yaitu :

  1. Menjadi perantara pemesanan pemesanan tiket
  2. Mengurus dokumen perjalanan
  3. Menjadi perantara pemesanan akomodasi, restaurant, sarana wisata dll
  4. Menjual paket wisata yang di buat oleh biro perjalanan umum

PERBEDAAN ANTARA BIRO PERJALANAN WISATA DENGAN AGEN PERJALANAN WISATA

Faktor Fungsi

Biro Perjalanan Wisata memiliki fungsi yang dapat dibedakan menjadi dua fungsi yaitu :

1.Fungsi Umum : Dalam hal ini biro perjalanan wisata merupakan suatu badan usaha yang dapat memberikan penerangan atau informasi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia perjalanan pada umumnya dan perjalanan wisata pada khususnya.

2. Fungsi khusus:

  • Biro perjalanan wisata sebagai perantara. Dalam kegiatannya ia bertindak atas nama perusahaan lain dan menjual jasa-jasa perusahaan yang diwakilinya. Karena itu ia bertindak di antara wisatawan dan industri wisata.
  • Biro perjalanan wisata sebagai badan usaha yang merencanakan dan menyelenggarakan tour dengan tanggung jawab dan resikonya sendiri.
  • Biro perjalanan wisata sebagai pengorganisasi yaitu dalam menggiatkan usaha, BPW aktif menjalin kerjasama dengan perusahaan lain baik dalam dan luar negeri. Fasilitas yang dimiliki di manfaatkan sebagai dagangannya.

Agen Perjalanan Wisata memiliki dua fungsi yaitu :Biro_Perjalanan_Wisata

A. Sebagai Perantara

  • Di daerah asal wisatawan
  1. Melengkapai informasi bagi wisatawan
  2. Memberikan advis bagi calon wisatawan
  3. Menyediakan tiket
  • Di daerah tujuan
  1. Memberi informasi bagi wisatawan.
  2. Membantu reservasi
  3. Menyediakan transportasi
  4. Mengatur perencanaan
  5. Menjual dan memesan tiket tanda mas

B. Sebagai organisator.

Karena travel agent sebagai perantara, maka ia berada di tengah-tengah industri pariwisata, maka perlu ada kontrak yang dibuat terlebih dulu. Selain itu itu harus ada perjanjian khusus yang mengatur hubungan kerja sehingga jelas tugas, kewajiban dan hak masing-masing pihak

Faktor Resiko : Biro Perjalanan Wisata memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan Agen perjalanan Wisata. Hal ini disebabkan karena BPW mengeluarkan produknya berupa "Janji Jasa Perjalanan Wisata" yang dijual dalam bentuk "Brosur Paket Wisata" dan BPW harus bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan produk yang dikeluarkannya. BPW harus menjamin bahwa wisatawan akan menikmati perjalanannya seperti yang tertulis dalam Brosur Paket Wisata yang dikeluarkan BPW.

Agen Perjalanan Wisata tidak memiliki tanggung jawab atas produk yang dijualnya. Hal ini dikarenakan APW hanya sebagai perantara perusahaan produk kepada konsumen atau pelanggan dan apabila pelanggan tidak puas, mereka harus komplain kepada pemilik produk (misalnya Hotel atau Maskapai Penerbangan).

Faktor Imbalan yang Diperoleh :Biro Perjalanan Wisata memperoleh imbalan atau laba yaitu dari selisih harga penjualan dengan total harga semua komponen yang dijualnya dalam paket wisata.

Agen Perjalanan Wisata memperoleh imbalan berupa komisi dari pemilik produk dalam bentuk persen hasil penjualan.

Monday, June 21, 2010

I Wayan Dalun, Perintis Seni Tari Arja

2 komentar
arja_muani Perkembangan seni tari arja di Bali tentu tidak bisa dipisahkan dari sosok I Wayan Dalun (alm). Seniman tari asal Banjar Pande, Desa Blahbatuh yang diperkirakan lahir pada tahun 1890-an inilah yang pertama kali membentuk Sekaa Arja Roras di mana seluruh pragina-nya berjenis kelamin laki-laki. Nama I Wayan Dalun mulai "berkibar" di jagat seni hiburan Bali ketika kakek dari mantan Bupati Gianyar Made Kembar Kerepun ini membentuk Sekaa Arja Roras bersama sebelas orang rekan prianya -- Wayan Purna, Gusti Alit Selat, Dewa Gede, Ketut Bara, Ketut Kasa, Ida Bagus Rangkan, I Regis, Ida Bagus Gederan, Ida Bagus Sidan dan Wayan Teduh -- pada tahun 1915 silam. Aktivitas berkesenian seniman yang semasa hidupnya bersahabat karib dengan pelukis I Gusti Nyoman Lempad ini dilakoninya hingga ajal menjemputnya sekitar 1940-an. "Kompyang (kakek) Dalun diperkirakan meninggal dunia tahun 1940 silam, menjelang Jepang menjajah Indonesia . Menurut penuturan tetua kami, beliau meninggal karena terserang penyakit tetanus. Beliau meninggal dalam usia relatif muda," ujar salah seorang cucunya, Kembar Kerepun, kepada Bali Post, Sabtu (18/12).
Menurut Kembar Kerepun, sosok Dalun sangat berpengaruh dalam sekaa arjanya. Ketampanan paras dan kelembutan suaranya serta kepiawaiannya menari membuat suami Ni Wayan Tiles ini senantiasa kebagian peran sentral dalam setiap lakon yang dipentaskannya. Dia dikenal sebagai spesialis pemeran mantri manis (raja muda-red) atau kebagian peran-peran lembut lainnya seperti Jaya Prana, Sampik, Japa Tuan dan sebagainya. Nama besar Dalun menarik hati sederetan krama Bali berguru kepadanya. Artis-artis arja yang sempat harum namanya di jagat seni hiburan Bali seperti Ketut Rinda, Lotring, Gung Mandra dan Lemon adalah segelintir dari seniman arja kondang yang lahir dari "polesan" tangan dingin seorang Dalun. Begitu kuatnya pesona Dalun, sehingga sejumlah seniman arja masa kini dari seantero Bali menyempatkan diri untuk tangkil (bersembahyang-red) di pamerajan keluarga almarhum Dalun. Tujuannya jelas, berharap agar "ditulari" taksu yang mengitari diri Dalun, sehingga membuat namanya begitu fenomenal di kalangan seniman arja. "Sejumlah literatur berbahasa Inggris memang sempat mencantumkan nama I Wayan Dalun sebagai perintis tari arja di Bali dengan Sekaa Arja Roras yang seluruh pragina-nya laki-laki. Generasi Arja Roras berikutnya seperti era kejayaan Ribu, Monjong, Rinda, Sadra, Sadeg, Jro Suli, Lemon dan Putu Lasmi, pragina-nya sudah campuran antara laki-laki dan perempuan. Kehadiran Sekaa Arja Muani Printing Mas dan Akah Canging yang kondang belakangan ini, boleh jadi terinspirasi dan ingin mengulang masa kejayaan Dalun dkk," kata Kembar Kerempun yang mengaku masih mengoleksi gelungan dan kostum arja yang sempat dikenakan Dalun pada saat masa kejayaannya dulu.
Pada 1934, kata Kembar Kerepun, Dalun bersama rekannya Purna sempat menuangkan kreativitas mereka dalam empat pelat piringan hitam yang dicetak khusus di Jerman. Lakon arja yang diusung dalam empat piringan hitam itu meliputi Jayaprana, Sampik-Ingtay, Japa Tuan dan Eman-eman Gusti Wayan. Sayang, Kembar Kerepun mengaku tidak tahu-menahu di mana keempat piringan hitam kini berada. Dikatakan, pihaknya sempat mendapatkan satu keping piringan hitam asli dalam kondisi pecah dan sekarang sudah diserahkannya kepada salah seorang dosen ISI Denpasar.(*)
sumber : balipost

Thursday, June 17, 2010

Wisata MICE Alternatif Pariwisata

1 komentar

  ConfrenceRoomWisata Meeting , Incentive, Conferences and Exhibition ( MICE) bisa dijadikan alternatif untuk mendongkrak belanja turis yang mengalami penurunan dewasa ini. Namun, karena memiliki kekhasan tersendiri, ada bebrapa hal khusus yang harus dipahami tentang wisata MICE ini. Terutama dalam hal menangani turis MICE yang secara umum berbeda dengan turis biasa. Ini karena untuk menangani turis MICe diperlukan sikap profesional dari para EO dan PCO.“ Butuh perlakuan khusus karena ( wisata MICE) berbeda dengan konsep wisata lainnya,” ujar Society of Indonesia Proffesional Convention Organizer (SIPCO). Tiap tahun minat wisatawan untuk membelajakan uangnya turun. Penurunan belanja turis mancanegara dan domestik ini disebabkan karena perubahan pasar. Dan untuk itu wisata MICE bisa dijadikan alternatif untuk mendongkrak belanja turis yang mengalami penurunan. Paslanya konsep MICE ini memiliki spending money yang lebih besar dibandingkan konsep wisata konvensioanl lainnya.Bali Hai Room

        “ Bahkan belanja turis dengan sistem MICE jauh lebih besar ketimbang turis perorangan. Sebagai bahan perbandingan, turis Mice yang menginap di kawsan Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Nusa Dua, rata-rata perhari membelanjakan uangnya atara Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. Apalagi mereka umumnya memiliki jadwal yang cukup padat selama di Bali. Ini yang sebenarnya harus kita manfaatkan. Belum lagi, mereka kerap melakukan perjalanan wisata ke Bali. Terutama untuk menyasar daya tarik wisata. Mereka juga dikenal dengan wisatawan high level. Istilah Mice di Indonesia juga dikenal dengan istilah wisata konvensi. Kegiatan wisata konvensi ini merupakan bagian dari kegiatan pariwisata karena banyak sekali menggunakan fasilitas pariwisata dalam pelaksanaanya. Sehingga kegiatan ini merupakan kegiatan yang berkarakteristik padat karya, memberikan konstribusi baik dari penyedia tenaga kerja maupun dalam memberikan devisa negara. Bali sendiri kerap menjadi junjungan untuk mengejar wisata MICE meski harus terus didorong agar berkembang lebih pesat  lagi

sumber : balipost

Maestro Lukis I Gusti Nyoman Lempad

1 komentar
051009lempad-797171
Nama : I Gusti Nyoman Lempad
Lahir : Bendahulu, Bali, 1862
 Wafat : 25 April 1978
Penghargaan : Anugerah Seni dalam bidang seni lukis dari Pemerintah RI (1970),Hadiah Udayana (1975), Penghargaan Dharma Kusuma (1982), Pemberian nama Lempad Award oleh Sanggar Dewata Indonesia
Tidak susah mencari kediaman pelukis I Gusti Nyoman Lempad. Anda hanya berjalan sepanjang 500 m kearah Timur Puri Ubud dan akan melihat papan tandanya. Siapapun yang anda tanya, pastilah tahu di mana rumahnya. Lempad telah menjadi bagian dari seni lukis Bali. Ia adalah sumber inspirasi yang tidak pernah kering untuk generasi seni berikut. Sejarah dan pengembangan seni lukis Bali tidak bisa dipisahkan darinya.
Tidak diketahui dengan pasti kapan ia dilahirkan, tetapi banyak sumber mengatakan anak ketiga dari empat bersaudara ini dilahirkan tahun 1862, dan telah menikah ketika gunung Krakatau meletus ditahun 1883. Menghembuskan nafas terakhirnya pada 25 April 1978, diusia 116 tahun.
Lempad tidak bisa membaca, karena ia tidak berekolah secara formal, namun ia bisa menulis namanya di atas lukisannya dengan hanya mencontoh. Walaupun bapaknya adalah seorang pengukir, namun ia tidak memiliki ketrampilan ayahnya. Tetapi dari seorang Brahmin yang hidup di Puri Lempad mendapatkan kemampuannnya. Brahmin ini menguasai berbagai bidang, seperti ; perancang bangunan, pemahat, pelukis dan ahli dalam peraturan adat. Darinya Lempad belajar segalanya tentang tarian, agama dan masyarakat.
Ketika berusia 40 tahun, ia membantu Walter Spies membangun rumahnya di Campuhan, Ubud. Suatu ketika, Spies melihat coretan lukisan Lempad diatas secarik kertas, ia lalu mengagumi dan membayarnya dengan kemeja, kain dll. Ia lalu menasehati Lempad untuk terus melukis apapun yang ada dikepalanya dan tetap fokus pada gaya melukisnya  Menurut Lempad, bertemu dengan Spies adalah suatu karunia, sebab ia telah diajari teknik melukis
Lempad akhirnya berkonsentrasi pada lukisan wayang, dengan mengambil tema Ramayana dan Mahabharata. Gayanya yang mengesankan mudah untuk ingat, seperti memahat gaya Tjokot. Ia selalu menggunakan cat hitam di atas kertas putih yang menghasilkan bentuk yang bagus, gaib dan kuat dan nampak tak terputuskan. Banyak orang yang ridak mengetahui apa yang ada dalam pikiran Lempad ketika ia menorehkan kuas diatas kertas.
Sepanjang hidupnya Lempad tidak pernah jauh dari kayu, kertas, pensil atau tinta Cina. Salah satu aspek yang menarik dari pekerjaannya adalah ketidak-sempurnaan. Ia menyenangi semua dari pekerjaannya yang belum selesai, karena dari sana ia dapat menyempurnakan menurut inspirasinya.
Meskipun Alat yang digunakannya untuk melukis sangat sederhana. Tetapi dari sanalah kita dapat melihat kekuatan garis dan ketelitian. Ia jarang menonjolkan warna, kecuali untuk memperkenalkan aksen atau untuk memperkuat corak tertentu. Ia bekerja menurut tema Jayaprana dan Dukuh Suladri, sebagai contoh.
clip_image004clip_image006
clip_image008
Lempad juga aktif dalam pembentukan Pita Maha, suatu organisasi seni yang didirikan oleh Tjokorde Gde Agung Sukawati, Walter Spies, dan Rudolf Bonnet di tahun 1935. Organisasi ini telah dipimpin oleh Spies dan sejumlah seniman Bali sampai tahun 1950-an. Pita Maha memperkenalkan gaya lukisan barat kepada seniman muda Bali dan memperkenalkan karya mereka kepada pengunjung dari luar negeri. Melauli pameran didalam maupun diluar negeri.
Ciri khas Lempad dengan jelas terlihat dalam setiap dari karyanya walaupun sederhana namun mengandung suatu identitas unik. Karya-karyanya mempengaruhi para pelukis asal bali sampai hari ini.  Tidak ada seorangpun yang mampu menirunya kecuali cucu lelaki nya Gusti Nyoman Sudara, seorang guru SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa) di  Ubud,  di mana ia mengajar Studi Bali klasik.
Mendapatkan penghargaan dari pemerintah RI pada HUT RI ke-25, berupa medali emas dan uang Rp. 100.000,-  yang berikan kepada cucunya untuk membeli sepeda motor. Penghargaan lain adalah Hadiah Udayana [(1975), dan penghargaan Dharma Kusuma (1982). Lempad beserta karya-karyanya juga didokumentasikan dalam film oleh Lome Blair dan Yohanes Darling yang bekerja sama dengan televisi Australia. Film Dokumenter Lempad itu menerima penghargaan sebagai film dokumenter  terbaik dalam festival film Asia yang ke-26 di Yogyakarta (1980). Sementara itu Sanggar Dewata Indonesia menamakan penghargaannnya dengan nama Lempad Prize, yang diberikan kepada seseorang yang concern atas kesenian Bali.
Karya lukisannya dapat kita lihat dirumahnya, Puri Ubud, Neka Musium Ubud, Pusat Seni Denpasar, Tropen Musium (Amsterdam), Rijkmuseum voor Volkenkunde (Leiden), Musium fur Volkenkunda Basel (Jerman).
Penjelasan mengenai PITAMAHA
Istilah Pitamaha berasal dari bahasa Jawa Kuno/ Kawi, yang dapat diartikan sebagai “great grandfather”, yang bermakna ide kreasi. Pitamaha merupakan kelompok seni yang didirikan pada 1936 oleh Walter Spies, Rudolph Bonnet, bersama dengan Cokorda Gede Agung Sukawati, dan seniman Bali maupun seniman Belanda lainnya.
PITAMAHA : seni wayang klasik
Karakteristik awal seni Bali (sebelum masuknya pengaruh Pitamaha) :

  • dekoratif

  • komposisi penuh

  • warna yang hidup

  • detail garis dinamis

  • tema religi/ mitologis.
PITAMAHA : latar belakang
Akhir tahun 1920-an, para peneliti dan seniman Eropa mulai banyak berdatangan. Mereka tertarik dengan citra eksotik Bali yang menyebar ke Barat melalui publikasi dan promosi saat itu. Beberapa di antara mereka memutuskan untuk menetap. Cokorda Gede Agung Sukawati, seorang pangeran Ubud, menerima kehadiran mereka dan membiarkan mereka tinggal. Beliau merasa bahwa para seniman Barat tersebut dapat menjadi pengimbang bagi keberadaan pemerintah kolonial Belanda, dan mereka dapat membawa keuntungan bagi rakyatnya.
Tujuan Pitamaha :

  • Melestarikan kualitas kesenian Bali

  • Menstimulasi perkembangan seni

  • Mencari kemakmuran bagi anggotanya
Peran PITAMAHA
Spies dan Bonnet mulai bekerja dengan tugas seperti:

  • Mendistribusikan bahan dan peralatan melukis (kanvas, kertas, cat, dll)

  • Membuka pasar bagi lukisan dan ukiran kayu Bali dengan mengorganisir pameran ke seluruh dunia dan menciptakan kebutuhan akan tema-tema baru.

  • Menyusun sistem untuk menghindari akibat negatif komersialisasi, yang disebabkan keberhasilan sektor pariwisata.

  • Memberi pelajaran teknik lukis baru kepada pelukis Bali.

  • Memperkenalkan ide baru tentang bentuk dan tema, dan menjadikan hal tersebut sebagai bagian dari warisan seni budaya Bali

  • Membebaskan seniman lokal dari sistem aturan seni atau tradisi, dengan mengajarkan mereka gambar anatomi dan perspektif, obyek detail, bayangan, figur naturalis, tema sehari-hari, komposisi, dll.

  • Yang lebih menarik lagi adalah mereka mulai diarahkan untuk menjadi seniman yang individualis. Sejak saat itu mereka mulai berani menuliskan nama mereka pada lukisan yang dibuat.
Kelak seniman Bali menciptakan karya-karya yang distilasi, figur yang didistorsi serta gaya-gaya individu lainnya. Semua hal diupayakan tanpa menghilangkan identitas Bali (seperti: dekoratif, komposisi penuh, warna yang hidup, detail garis dinamis, tema religi/ mitologis. Semenjak lahirnya Pita Maha, karya-karya baru mulai bermunculan dengan nama-nama seniman: Anak Agung Gede Sobrat, Ida Bagus Made, Ida Bagus Nyana (bergaya figuratif), Cokot (bergaya ekspresif). Selain itu seorang maestro juga lahir, ia bernama Nyoman Lempad selain melukis ia juga berprofesi sebagai arsitek dan pematung
PITAMAHA : I Gusti Nyoman Lempad.
Nyoman Lempad memberikan kontribusinya yang luar biasa pada seni di Bali terlebih karena hidupnya yang berumur panjang (hingga 116 tahun).
Ciri khas karya lukis dan gambarnya adalah komposisi yang mengijinkan ruang kosong, tarikan garis yang jelas, dan transformasi gaya wayang. Gaya yang ia ciptakan ini menjadi salah satu pembaruan pada masa-nya
PITAMAHA : teknik lukis batuan.

  1. Nyawi – membuat garis-garis tipis halus-dan memasukkan unsur cerita

  2. Ngucek – memperjelas bagian-bagian tertentu

  3. Nyawi 2 dan Manyunan – menggunakan tinta memperjelas pola dan motif

  4. Ngabur – membuat highlight dengan warna hitam dan putih

  5. Tampilan menyeluruh dari sebuah lukisan

  6. Ngewarna – memberi warna dengan cat acrylic
PITAMAHA : teknik lukis ubud.

  1. Ngorten – cerita digambarkan dengan sketsa

  2. Nyawi – membuat garis pinggir (Outline) dengan tinta hitam

  3. Ngabur – memberikan warna hitam namun dengan tarikan garis yang lebih ekspresif

  4. Nguap – (tergantung dengan 2 teknik sebelumnya)- memberikan “depth” dengan cara yang berbeda-di sederhanakan

  5. Nyenter – memberi highlight pada beberapa bagian tertentu dengan warna.

Friday, June 11, 2010

Pengertian dan Klasifikasi Rumah Makan atau Restoran

13 komentar

PENGERTIAN RUMAH MAKAN

strawberry stop reataurant Menurut Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No.KN.73/PVVI05/MPPT-85 tentang Peraturan usaha Rumah Makan, dalam pcraturan ini yang dimaksud dengan yangsaha Jasa Pangan adalah : “Suatu usaha yang menyediakan jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial”.

Menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No. 304/Menkes/Per/89 tentang persyaratan rumah makan maka yang dimaksud rumah makan adalah satu jenis usaha jasa pangan yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunan yang permanen dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan dan penjualan makanan dan minuman bagi umum di tempat usahanya.

Sedangkan Wojowasito dan Poerwodarminto (Marsyangm, 1999:71) mengklasifikasikan restoran atau rumah makan menjadi beberapa tipe, antara lain:

  1. A’la Carte Restaurant :  adalah restoran yang mendapatkan izin penuh untuk menjual makanan lengkap dengan banyak variasi dimana tamu bebas memilih sendiri makanan yang mereka inginkan. Tiap-tiap makanan di dalam restoran ini memiliki harga sendiri-sendiri.
  2. Table D ‘hote Restaurant : adalah suatu restoran yang khusus menjual menu table d’hote, yaitu suatu susunan menu yang lengkap (dari hidangan pernbuka sampai penutup) dan tertcntu, dengan harga yang telah ditentukan pula.
  3. Coffe Shop atau Brasserei : adalah suatu restoran yang pada umumnya berhubungan dengan hotel, suatu tempat dimana tamu biasanya berhubungan dengan hotel, suatu tempat dimana tamu bias mendapatkan makan pagi. makan siang dan makan malam secara cepat dengan harga yang cukupan. Pada umumnya system pelayanannya adalah dengan American service dimana yang diutamakan adalah kecepatannya. Ready on plate service, artinya makanan sudah dtatur dan disiapkan diatas piring. Kadang-kadang penyajiannya dilakukan dengan cara buffet atau prasmanan.
  4. Cafelaria atau Cafe : adalah suatu restoran kecil yang mengutamakan penjualan cake (kue-kue), sandwich (roti isi), kopi dan teh. Pilihan makanannya terbatas dan tidak menjual minuman beralkohol.
  5.  Canteen : adalah restoran yang berhubungan dengan kantor, pabrik, dan sekolah, tempat dimana para pekerja atau pelajar biasa mendapatkan makan siang atau coffe break, yaitu acara minum kopi disertai makanan kecil atau selingan jam kerja, jam belajar ataupun dalam acara rapat-rapat dan seminar.
  6. Continental Restaurant : suatu restoran yang menitik beratkan hidangan continental pilihan dengan pelayanan elaborate atau megah. Suasananya santai, susunannya agak rumit, disediakan bagi tamu yang ingin makan secara santai.
  7. Carvery : adalah suatu restoran yang berhubungn dengan hotel dimana para tamu dapat mengisi sendiri hidangan panggang sebanyak yang mereka inginkan dengan harga hidangan yang sudah ditetapkan.
  8. Dining Room : terdapat dihotel kecil, motel atau inn. merupakan tempat yang tidak lebih ekonomis dari pada tempat makan biasa. Dining room pada dasarnya disediakan untuk para tamu yang tinggal di hotel itu, namun yang terbuka bag! para tamu dari luar.
  9. Discotheque : ialah suatu restoran yang pada prinsipnya berarti juga tempat dansa sambil menikmati alunan musik. Kadang-kadang juga menampilkan live band. Bar adalah salah satu fasilitas utama untuk sebuah discotheque. Hidangan yang tersedia umumnya berupa snack.
  10. Fish and Chip Shop : ialah suatu restoran yang banyak terdapat di Inggris, dimana kita dapat membeli macam-macam kripik (chips) dan ikan goreng, biasanya berupa ikan Cod, dibungkus dalam kertas dan dibawa pergi . jadi rnakanannya tidak dinikmati di tempat itu.
  11. Grill Room (Rotisserie) : adalah suatu restoran yang menyedikan bermacam-macam daging panggang. Pada umumnya antara restoran dengan dapur dibatasi dcngan sekat dinding kaca sehingga para tamu dapat memilih sendiri potongan daging yang dikehendaki dan melihat sendiri bagaimana memasaknya. Grill room kadang-kadang disebut juga sebagai steak house.
  12.  Inn Tavern : Inn tavern ialah suatu restoran dengan harga cukupan yang dikelola oleh perorangan di tepi kota. Suasananya dibuat dekat dan ramah, dengan tamu-tamu. Sedangkan hidangannya lezat-lezat.
  13. Night Club/Super Club : adalah suatu restoran yang pada umumnya mulai dibuka menjelang larut malam, menyediakan makan malam bagi tamu-tamu yang ingin santai. Dekorasinya mewah, pelayanannya megah. Band merupakan kelengkapan yang diperlukan. Para tamu dituntut berpakaian resmi dan rapi sehingga manaikkan gengsi.
  14. Pizzeria: adalah suatu restoran yang kusus menjual pizza. Kadang-kadang juga ada spaghetty atau makanan khas Italia lainnya.
  15. Pan Cake Hoii.se/Creperie: adalah restoran yang khusus menjual pun cake dan crepe yang diisi dengan berbagai macam manisan didalamnya.
  16. Pub : pada mulanya merupakan tempat hiburan umum yang mendpat izin menjual minuman bir serta minuman beralkohol lainnya. Para tamu mendapatkan minumannya dari counter (meja panjang yang membatasi dua ruangan). Pengunjung dapat menikmat; sambil duduk atau berdiri. Hidangan yang tersedia berupa snack seperti pies dan sandwich. Sekarang kita bisa mendapatkan banyak hidangan pengganti di pub.
  17. Snack Bar/Cqfe/Milk Bar: adalah semacam restoran cukupan yartg sifatnya tidak resmi dengan pelayanan cepat dimana para tamu mengumpulkan makanan mereka diatas baki yang diambil dari atas kounter dan kemudian membawanya kemeja makan. Para tamu bebas memilih makanan yang disukainya. Makanan yang disediakan biasanya adalah hamburger, sausages dan sawhvich.
  18. Specialitiy Restaurant: adalah restoran yang suasana dan dekorasi seluruhnya disesuaikan dengan tipe khas makanan yang disajikan atau temanya. Restoran semacam ini menyediakan masakan Cina, Jepang, Italia dan sebagainya. Pelayanannya sedikit banyak berdasarkan tatacara negara tempat asal makanan spesial itu.
  19. Terrace Restaurant: adalah suatu restoran yang terletak di luar bangunan, namun pada umumnya masih berhubungan dengan hotel maupun restoran induk. Di negara-negara barat pada umumnya restoran tersebut hanya buka pada waktu musim panas saja.
  20. Gourmet Restoran: ialah suatu restoran yang menyelenggarakan pelayanan makan dan minum untuk orang-orang yang berpengalaman luas dalam bidang rasa makanan dan minuman. Keistimewaan restoran ini ialah makanan dan minumannya yang lezat-lezat, pelayanannya megah dan harganya cukup mahal.
  21. Family Type Restaurant: ialah suatu restoran sederhana yang menghidangkan makanan dan minuman dengan harga tidak mahal, terutama disediakan untuk tamu-tamu keluarga maupun rombongan.
  22. Main Dining Room: ialah suatu restoran atau ruang makan utama yang pada umumnya terdapat di hotel-hotel besar. dimana penyaji makanannya secara resmi, pelan tapi masih terikat oleh suatu peraruran yang ketat. Servisnya biasa menggunakan pelayanan ala Perancis atau Rusia. Tamu-tamu yang hadirpun pada umumnya berpakaian resmi atau formal.

 

Wednesday, June 9, 2010

Jenis-Jenis MENU

3 komentar

M E N U

Definisi Menu :

menu Menu berarti daftar makanan, yang dihubungkan dengan kartu, kertas, atau media lain, di mana daftar makanan itu tertulis. Menu berati makanan yang tersedia untuk pelanggan ( customer ) yang dapat mereka pilih dan nikmati.

JENIS –JENIS MENU :

  • Menu A’la Carte :Adalah suatu susunan menu, di mana setiap makanan yang dicantumkan pada daftar makanan tersebut disertai dengan harga tersendiri.

A’la Carte Menu mempunyai karakter / ciri – ciri sebagai berikut :

  1. A’la Carte Menu mencantumkan daftar makanan selengkapnya yang dapat disediakan oleh restoran tersebut.
  2. A’la Carte Menu memberi peluang yang cukup luas pada pelanggan untuk memilih makanan yang sesuai dengan selera mereka.
  3. Masing – masing makanan diberikan harga secara terpisah dan tersendiri. Beban harga yang harus dibayar sesuai dengan harga makanan yang dipesan.
  4. Makanan akan dimasak bila dipesan, sehingga setiap pesanan memerlukan jangka waktu tertentu untuk menunggu hingga makanan tersebut siap untuk dihidangkan.
  • Table d’hote MenuAdalah suatu susunan hidangan lengkap ( complete meal ) dengan suatu harga yang pasti.  Jumlah hidangan biasanya terbatas dan terdiri dari beberapa kelompok hidangan  (courses ). Untuk tetap menjaga kepuasan tamu, maka hotel biasanya mencantumkan beberapa makanan untuk masing – masing kelompok. Tamu dapat memilih satu makanan diantara kelompok tersebut, misalnya : pada kelompok pembuka ( appetizer ) tercantum 3 makanan, pada kelompok sop ( soup ) tercantum 3 jenis sop dan demikian juga pada kelompok yang lain.

 

  • SPESIAL PARTY MENU: Pada hakekatnya adalah Table d’hote Menu, perbedaannya hanyalah pada tujuan menu tersebut.

Special Party Menu ini dipergunakan hanya untuk perjamuan atau pesta khusus saja.

Pesta – pesta khusus tersebut, misalnya :

  1. Pesta Perkawinan ( Weeding Party ),
  2. Pesta Natal ( Christmas Event Dinner ),
  3. Pesta Lebaran ( Lebaran Party ),
  4. Perjamuan Kenegaraan (State Banquet),
  5. Pesta Ulang Tahun ( Birthday Party ).

Biaya yang akan dibayar oleh pemesan adalah biaya makanan ditambah biaya – biaya tambahan lainnya.

Misalnya : ………………………………….???

Musik dan pertunjukan lainnya,

  1. Karangan Bunga,
  2. Kartu Undangan,
  3. Spanduk,
  4. Kartu menu yang dicetak khusus.

 

JENIS HIDANGAN ( MEAL ) :

Menu dapat pula dikelompokkan berdasarkan pada jenis hidangan ( meal ), seperti :

  1. Breakfast menu ( menu hidangan makan pagi ),
  2. Luncheon menu ( menu hidangan makan siang ),
  3. Tea time menu ( menu hidangan ringan pengiring minum teh sore ),
  4. Dinner menu ( menu hidangan makan malam ),
  5. Supper menu ( menu hidangan makan larut malam ),
  6. Banquet menu ( menu hidangan perjamuan ),
  7. Buffet menu ( menu hidangan prasmanan ).

A. Breakfast Menu : Menu hidangan makan pagi untuk orang Eropa disusun dengan menggabung beberapa kelompok atau jenis makanan, seperti :

  • FRUITS or FRUIT JUICES ( buah / sari buah ) :
  1. -Grapefruit, orange, melon, pineapple, papaya, manggo, dan lain – lain.
  2. Grapefruit juice, orange juice, tomato juice, pineapple juice, dan lain – lain.
  • EGGS ( hidangan telur ) :
  1. Boiled eggs ( soft, medium, or hard ).
  2. Poached eggs.
  3. Fried eggs.
  4. Scrambled eggs.
  5. Omelette, dan lain – lain.
  • CEREALS :
  1. Cornflakes.
  2. Rice crispes.
  3. Shredded wheat.
  4. Parridge, dan lain – lain.
  • FISH (hidangan ikan ) :
  1. Grilled herrings, kippers.
  2. Fish cake.
  3. Smoked haddock, dan lain – lain.
  • HOT MEAT ( hidangan daging panas ) :
  1. Grilled Ham, Bacon, Sausage.
  2. Grilled Kidney.
  3. Calve’s liver, dan lain – lain.
  • COLD MEAT ( hidangan daging dingin ) :
  1. Cold Ham, Bacon.
  2. Cold pressed Beef, dan lain – lain.
  • BREAD ( roti ) :
  1. Rolls.
  2. Croissants.
  3. Toast, French toast.
  4. Brioche, dan lain – lain
  5. Bread selalu disajikan dengan butter.
  • PRESERVES ( yang diawetkan ) :
  1. -Jam.
  2. Marmalade.
  3. Honey, dan lain – lain.
  • BEVERAGE ( minuman ) :
  1. Tea.
  2. Coffee.
  3. Milk.
  4. Chocolate.
  5. Chocolate milk, dan lain – lain.
  • Continental Breakfast

B. Continental Breakfast atau European Breakfast adalah menu makan pagi yang paling sederhana.

Menu ini hanya terdiri dari :

  • Bread dan Butter
  • Preserves : Jam, Marmalade, Honey,
  • Beverages : Coffee or Tea,
  • Dewasa ini ada kalanya dihidangkan Juice

b.1 Englis Breakfast

Menu untuk English Breakfast biasanya terdiri dari :

  1. Bread and Butter,
  2. Preserves,
  3. Cereals atau Porridges,
  4. Fruits atau Fruit Juices,
  5. Eggs ( kadang – kadang ),
  6. Beverages.

b.2 American Breakfast

Menu American Breakfast disebut juga Full Breakfast atau menu makan pagi yang paling lengkap dan paling berat ( banyak kalori ).

Menu ini terdiri dari :

  1. Bread dan Butter,
  2. Preserves,
  3. Cereals atau Porridge,
  4. Fruits atau Fruit Juices,
  5. Eggs,
  6. Fish atau Meat,
  7. Beverages.

b.3 Indonesian Breakfast

Hidangan makan pagi di Indonesia sebenarnya belum mempunyai pola seperti jenis breakfast yang lain.

Contoh Indonesian Breakfast :

  • Fresh Fruit and Juices :
  1. -Sliced banana, papaya, pineapple, manggo, rambutan.
  2. Tomato juice, orange juice, pineapple juice, markisa juice, dan lain – lain.
  • Cereals :
  1. Steamed rice, nasi goreng, bubur ayam, dll.
  • Eggs :
  1. Telor dadar.
  2. Telor mata sapi, dan lain – lain.
  • Meat and Poultry :
  1. Sate, ayam goreng, dan lain – lain.
  • Beverages :
  1. coffee or tea.

C. Luncheon Menu : Menu luncheon atau menu makan siang dapat berbentuk a’la carte atau table d’hote. Menu table d’hote untuk makan siang biasanya mencantumkan 3 atau 4 kelompok hidangan ( courses ).

D. Tea Time Menu : Tea time adalah waktu makan selingan, yang diadakan dalam kurun waktu diantara makan siang ( lunch ) dan makan malam ( dinner ).

Dengan demikian, menu untuk tea time biasanya terdiri dari makanan ringan ( light meal ).

Contoh : Sandwiches, Canapes, Small pastries, Fruit salad and cream, Gateaux atau pastries, Ice creamCoffee or tea.

E. Dinner Menu : Menu dinner atau menu makan malam biasanya mencantumkan hidangan yang lebih banyak daripada menu makan siang. Banyak orang beranggapan bahwa makan malam adalah makan yang paling lengkap dalam sehari.

F. Supper Menu : Supper menu atau menu makan larut malam, susunannya lebih terbatas dan lebih ringan bila ditinjau dari segi kalori yang dikandung dibandingkan luncheon atau dinner menu.

Kelompok makanan yang dicantumkan untuk menyusun supper menu adalah :

1. Cold cuts : smoked ham, cold fish,

2. Entrees : meat stew, lasagne,

3. Grilled : hamburger, minute steak,

4. Sweet or dessert : English cake, fresh fruit cake, dll.

G. Banquet Menu : Bangket atau andrawina adalah suatu pesta perjamuan yang biasanya diadakan pada saat – saat tertentu, di luar pelaksanaan restoran yang reguler. Bangket dapat juga diadakan untuk luncheon ataupun dinner.

Beberapa hal penting perlu diperhatikan pada waktu menyusun menu untuk bangket :

  • Makanan, terutama makanan yang akan dihidangkan dalam jumlah banyak harus dipilih makanan yang dapat diolah dan dihidangkan dengan cepat dan rapi.
  • Hindari penyajian makanan yang memerlukan banyak hiasan pelengkap ( garnish ) dan rumit.

H.  Buffet Menu : Buffet atau prasmanan adalah makanan yang ditata rapi di atas pinggan besar dan dipajangkan di atas meja panjang. Tamu dapat memilih dan mengambil makanan sesuai dengan selera mereka. Buffet dapat juga diadakan untuk tujuan pesta tertentu, seperti : weeding party, ulang tahun, pembukaan suatu usaha, dan lain – lain.

Di dalam buffet, selain biaya makanan, ada biaya – biaya tambahan yang perlu diperhitungkan, yaitu :

  1. Florish,
  2. Musik dan hiburan,
  3. Tari – tarian,
  4. Kartu undangan,
  5. Biaya pembawa acara ( master of ceremony ),
  6. Biaya – biaya khusus lainnya.

Buffet dapat dibedakan menjadi 2 kelompok berdasarkan pada jenis makanan yang dihidangkan, yaitu :

  • Light buffet, di mana makanan yang dihidangkan tidak banyak mengandung kalori.

Jenis makanan yang disuguhkan, misalnya :

-Hot or cold savories,-Hot sausages,-Canapes,-Sandwiches,-SweetsBeverages.

  • . Full buffet, jenis makanan yang disuguhkan adalah :
  1. Large variety of cold dishes,
  2. Warm dishes ( entrée ) : meat, fish or poultry,
  3. Vegetables and potatoes,
  4. Sweet,
  5. Dessert,
  6. Beverages.