Friday, May 21, 2010

Karakteristik dan Motivasi Wisatawan yang Berkunjung Ke Desa Wisata Kertalangu

6 komentar

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Desa Wisata Kertalangu. Letaknya tidak begitu jauh dari kota Denpasar, tepatnya di By Pass Sanur, daerah Kesiman. Desa Wisata Kertalangu ini sebenarnya adalah suatu kawasan persawahan tapi menjadi sedikit berbeda karena disana dibangun jogging track melingkar yang dapat dipakai sebagai areal untuk jogging atau sekedar jalan santai sambil menikmati pemandangan sawah. Ide ini berasal dari seorang pengusaha lokal yang sangat jenius. Sebenarnya Desa Wisata Kertalangu memang sudah lama dirintis dan sudah lumayan terkenal dikalangan masyarakat Denpasar, terutama yang senang jalan-jalan. karena ini bisa menjadi alternatif liburan yang murah meriah dan tidak jauh dari kota. Apalagi bisa sambil olah raga dan menghirup udara segar bebas polusi. Terbukti tempat ini selalu ramai tiap pagi atau sore, terutama di akhir pekan atau hari libur. Untuk masuk kawasan ini pun kita juga tidak perlu membayar tiket apapun, cukup bayar parkir saja.Jogging atau olah raga disini cukup menyenangkan. Terutama buat mereka orang kota yang tidak terbiasa dengan alam persawahan, atau bagi mereka yang dulunya orang desa dan ingin bernostalgia dengan masa kecilnya waktu bermain-main disawah. Disini kita bisa melihat aktifitas para petani yang bekerja disawah.

Desa wisata ini, selain terdapat jogging track di areal persawahan juga tersedia gazebo-gazebo yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai atau sekedar istirahat setelah lelah berolahraga. Jika suka dengan kegiatan memancing, disana juga terdapat kolam ikan. Pengunjung dapat meminjam/menyewa alat pancing dan nantinya akan membayar sesuai dengan berat ikat yang dipancing untuk dibawa pulang.

Yang paling seru tentu saja wisata kuliner disana. Meski belum banyak, tapi jajanan dan makanan yang ditawarkan penjual disekitar desa wisata ini cukup beragam. Disana kita bisa menjumpai beraneka makanan untuk sarapan pagi dan aneka jajanan khas Bali. Bahkan bagi yang ingin pijat refleksi, spa, atau kegiatan salon juga lengkap terdapat disini. Jalan-jalan pagi semakin seru kalau kita ke Kertalangu, apalagi bersama teman-teman. Wisatawan yang mengunjungi desa wisata ini berasal dari berbagai kalangan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, dengan berbagai tujuan dan motivasi yang berbeda sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik wisatawan yang mengunjungi Desa Budaya Kertalangu.

1.2 Pokok Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka ruang lingkup permasalahan dalam penelitian ini dapat di rumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimanakah karakteristik wisatawan yang berkunjung ke Desa Budaya Kertalangu?

2. Apakah yang menjadi motivasi wisatawan yang berkunjung ke Desa Budaya Kertalangu?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Adapun tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penelitian ini adalah :

Untuk mengetahui bagaimanakah karakteristik wisatawan yang berkunjung ke Desa budaya Kertalangu

2. Untuk mengetahui motivasi wisatawan yang berkunjung ke Desa budaya Kertalangu?

1.4 Manfaat Penelitian

Selain itu manfaat yang didapat oleh penulis dalam penelitian adalah :

1.4.1 Manfaat Akademis

Secara akademis penelitian ini mencoba untuk menambah wawasan berfikir mahasiswa serta mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan.

Bagi lembaga khususnya Fakultas Pariwisata Universitas Udayana adalah untuk menambah pengetahuan yang berhubungan dengan daerah tujuan wisata yaitu Desa Budaya Kertalangu.

1.4.2 Manfaat Praktis

Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan atau sumbangan pemikiran yang dapat dijadikan masukan bagi pengelolaan Desa Budaya Kertalangu dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Singkat

Desa Wisata Kertalangu ini sebenarnya adalah suatu kawasan persawahan tapi menjadi sedikit berbeda karena disana dibangun jogging track melingkar yang dapat dipakai sebagai areal untuk jogging atau sekedar jalan santai sambil menikmati pemandangan sawah.

2.2 Potensi Yang Ada

2.2.1 Aksesibilitas

Akses menuju desa budaya kertalangu sangatlah bagus karena dekat dengan pusat kota denpasar,dapat menggunakan motor dan mobil

2.2.2 Atraksi Wisata

Atraksi wisata dapat didefinisikan segala sesuatu yang menjadi daya tarik bagi orang untuk mengunjungi suatu daerah tertentu (Oka A. Yoeti,1996). Terdapat atraksi yang menjadi daya tarik pada Desa Wisata Kertalangu ini seperti mancing, out bound, jogging track dan pameran anggrek.

2.2.3 Amenities (fasilitas)

Amenities dalam penelitian ini adalah sarana dan prasarana yang berada di Desa Wisata Kertalangu ini seperti restoran, gazebo, spa dan salon. Disamping itu, juga terdapat tempat mancing, parkir dan penginapan.

2.3 Karakteristik Wisatawan

2.3.1 Konsep Dasar Karakteristik Wisatawan

Bicara mengenai wisatawan akan didapatkan suatu cerita yang panjang tentang mereka, siapa, darimana, mau kemana, dengan apa, dengan siapa, kenapa ke sana dan masih banyak lagi. Wisatawan memang sangat beragam, ada tua-muda, miskin-kaya, asing-domestik, berpengalaman maupun tidak, semua ingin berwisata dengan keinginan dan harapan yang berbeda-beda.

Gambaran mengenai wisatawan biasanya dibedakan berdasarkan karakteristik perjalanannya (trip descriptor) dan karakteristik wisatawannya (tourist descriptor) (Seaton dan Bennet, 1996).

1. Trip Descriptor

Wisatawan dibagi ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan jenis perjalanan yang dilakukannya. Secara umum jenis perjalanan dibedakan menjadi : perjalanan rekreasi, mengunjungi teman/keluarga (VFR = visiting friends and relatives), perjalanan bisnis dan kelompok perjalanan lainnya (Seaton & Bennet, 1996). Smith (1995) menambahkan jenis perjalanan untuk kesehatan dan keagamaan di luar kelompok lainnya. Lebih lanjut jenis-jenis perjalanan ini juga dapat dibedakan lagi berdasarkan lama perjalanan, jarak yang ditempuh, waktu melakukan perjalanan tersebut, jenis akomodasi atau transportasi yang digunakan dalam perjalanan, pengorganisasian perjalanan, besar pengeluaran dan lain-lain.

2. Tourist Descriptor

Memfokuskan pada wisatawannya, biasanya digambarkan dengan “Who wants what, why, when, where and how much?”. Untuk menjelaskan hal-hal tersebut digunakan beberapa karakteristik diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Karakteristik Sosio-demografis

Karakteristik sosio-demografis mencoba menjawab pertanyaan “who wants what”. Pembagian berdasarkan karakteristik ini paling sering dilakukan untuk kepentingan analisis pariwisata, perencanaan dan pemasaran, karena sangat jelas definisinya dan relatif mudah pembagiannya (Kotler, 1996). Yang termasuk dalam karakteristik sosio-demografis diantaranya adalah jenis kelamin, umur, status perkawinan, tingkat pendidikan, pekerjaan, kelas sosial, ukuran keluarga atau jumlah anggota keluarga dan lain-lain yang dielaborasi dari karakteristik tersebut.

Karakteristik sosio-demografis juga berkaitan satu dengan yang lain secara tidak langsung. Misalnya tingkat pendidikan seseorang dengan pekerjaan dan tingkat pendapatannya, serta usia dengan status perkawinan dan ukuran keluarga.

Pembagian wisatawan berdasarkan karakteristik sosio-demografis ini paling nyata kaitannya dengan pola berwisata mereka. Jenis kelamin maupun kelompok umur misalnya berkaitan dengan pilihan jenis wisata yang dilakukan (Seaton & Bennet, 1996). Jenis pekerjaan seseorang maupun tipe keluarga akan berpengaruh pada waktu luang yang dimiliki orang tersebut, dan lebih lanjut pada “kemampuan”nya berwisata.

Selain karakteristik sosio-demografis, karakteristik lain yang biasa digunakan dalam mengelompokkan wisatawan adalah karakteristik geografis, psikografis dan tingkah laku (behavior) (Smith, 1995).

b. Karakteristik geografis

Karakteristik geografis membagi wisatawan berdasarkan lokasi tempat tinggalnya, biasanya dibedakan menjadi desa-kota, propinsi, maupun negara asalnya. Pembagian ini lebih lanjut dapat pula dikelompokkan berdasarkan ukuran (size) kota tempat tinggal (kota kecil, menengah, besar/metropolitan), kepadatan penduduk di kota tersebut dan lain-lain.

c. Karakteristik psikografis

Sementara itu karakteristik psikografis membagi wisatawan ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan kelas sosial, life-style dan karakteristik personal. Wisatawan dalam kelompok demografis yang sama mungkin memiliki profil psikografis yang sangat berbeda.

Beragamnya karakteristik dan latar belakang wisatawan menyebabkan beragamnya keinginan dan kebutuhan mereka akan suatu produk wisata. Pengelompokan-pengelompokan wisatawan dapat memberi informasi mengenai alasan setiap kelompok mengunjungi objek wisata yang berbeda, berapa besar ukuran kelompok tersebut, pola pengeluaran setiap kelompok, “kesetiaannya” terhadap suatu produk wisata tertentu, sensitivitas mereka terhadap perubahan harga produk wisata, serta respon kelompok terhadap berbagai bentuk iklan produk wisata. Lebih lanjut, pengetahuan mengenai wisatawan sangat diperlukan dalam merencanakan produk wisata yang sesuai dengan keinginan kelompok pasar tertentu, termasuk merencanakan strategi pemasaran yang tepat bagi kelompok pasar tersebut (Ir. Ina Herliana Koswara, M.Sc.)

2.4 Motivasi Wisatawan

2.4.1 Konsep Dasar Motivasi

Hal yang selalu timbul di dalam membahas mengenai kajian pariwisata adalah mencari jawaban dari pertanyaan “ Mengapa orang – orang melakukan perjalanan wisata ? “ hal ini berkaitan erat dengan motivasi seseorang untuk melakukan perjalanan wisata

Menurut MacIntos motivasi perjalanan wisata dapat dikelompokan sebagai berikut :

1. Physycal motivations

Hal ini banyak hubunganya dengan hasrat untuk mengembalikan kondisi fisik, beristirahat, santai, berolah raga, atau pemeliharaan kesehatan agar kegairahan bekerja timbul kembali.

2. Cultural Motivation

Motivasi ini erat hubunganya dengan keinginan pribadi seseorang untuk melakukan perjalanan wisata agar dapat melihat dan mengetahui negara lain, penduduknya, tata cara hidupnya serta adat istiadatnya yang berbeda dengan negara lainya.

3. Interpersonal Motivation

Di sini motivasinya didorong oleh keinginan seseorang untuk mengunjungi sanak - keluarga, kawan - kawan, atau ingin menghindarkan diri dari lingkungan kerja, ingin mencari teman baru atau lain - lain. Secara singkat motivasi ini erat hubungannya dengan keinginan untuk melarikan diri dari kesibukan rutin sehari hari .

4. Status dan Prestige Motivation

Di sini motivasinya, suatu show, maksud seseorang seseoran ingin untuk memperlihatkan siapa dia, kedudukanya, status,nya dalam masyarakat tertentu demi prestige pribadinya. Jadi sifat perjalanan di sini sangat emosional dan adakalanya di hubungkan dengan perjalanan bisnis, dinas, pendidikan, profesi, hobi, dan lain-lain.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Karakteristik Wisatawan yang Berkunjung ke Desa Wisata Kertalangu

Penelitian ini dilakukan dengan observasi dan pengamatan langsung ke lapangan, hal ini untuk mengetahui , melihat dan mengamati langsung objek yang sedang diteliti untuk mendapatkan data yang lebih lengkap juga dibantu dengan koisioner dan wawancara langsung dengan wisatawan beserta pengelola.

Responden yang akan diambil dalam penelitiaan ini ditentukan secara random (acak), sedangkan pengambilan data dilakukan secara Aksidental sampling, artinya Bahwa pengambilan responden dilakukan pada saat penelitian di lapangan (Sudaryato,1998).

3.1.1. Karakteristik Wisatawan yang berkunjung Ke Desa Wisata Kertalangu ini Berdasarkan Asal Daerah

Tabel 3.1

No

Asal wisatawan

Jumlah

Persentase (%)

1.

nusantara

11

90%

2.

mancanegara

1

10%

 

Total

12

100%

Sumber penelitian mahasiswa LAPORAN STUDI VISIT

Berdasarkan data dari table 3.1 sebanyak 12 responden, maka dapat diketahui bahwa wisatawan yang dominan mengunjungi Desa Wisata Kertalangu adalah berasal dari nusantara dengan jumlah pengunjung sebanyak 11 orang dan persentase sebesar 90% dan mancanegara sebanyak 1 orang dengan jumlah persentase 10%.

3.1.2. Karakteristik Wisatawan Yang Berkunjung Ke Desa Wisata Kertalangu Berdasarkan Usia

Tabel 3.2

No

Usia wisatawan

Jumlah

Persentase (%)

1.

0 th – 6 th

0

0%

2.

7 th - 13 th

0

0%

3.

14 th – 20 th

3

20%

4.

21 th – 27 th

1

10%

5.

28 th – ke atas

8

70%

 

Total

12

100%

Sumber penelitian mahasiswa LAPORAN STUDI VISIT

Berdasarkan data dari 12 responden, maka dapat diketahui bahwa usia wisatawan yang dominan mengunjungi Desa Budaya Kertalangu dari 28 th – ke atas (dewasa) dengan jumlah wisatawan sebanyak 8 orang dengan persentase sejumlah 70 % .

3.1.3. Karakteristik Wisatawan Yang Berkunjung Ke Desa Wisata Kertalangu Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 3.3

No

Jenis kelamin

Jumlah

Persentase (%)

1.

Laki-laki

9

70%

2.

Perempuan

3

30%

 

Total

12

100%

Sumber penelitian mahasiswa LAPORAN STUDI VISIT

Berdasarkan data dari 12 responden, maka dapat diketahui bahwa jenis kelamin wisatawan yang dominan mengunjungi Desa Budaya Kertalangu adalah laki – laki dengan jumlah sebanyak 9 orang dengan persentase sejumlah 70 %.

3.1.4. Karakteristik Wisatawan Yang Berkunjung Ke Desa Wisata Kertalangu Berdasarkan Pendidikan

Tabel 3.4

No

Pendidikan

Jumlah

Persentase (%)

1.

SD

 

0%

2.

Smp

 

0%

3.

Sma

5

40%

4.

Diploma

2

20%

5.

Sarjana

5

40%

 

Total

12

100%

Sumber penelitian mahasiswa LAPORAN STUDI VISIT

Berdasarkan data dari 12 responden, maka dapat diketahui bahwa pendidikan dari wisatawan yang dominan mengunjungi Desa Budaya Kertalangu adalah sebagai berikut SMA dan sarjana dengan jumlah 5 orang dan dengan persentase sejumlah 40 %.

3.1.5. Karakteristik Wisatawan Yang Berkunjung Ke Desa Wisata Kertalangu Berdasarkan Pekerjaan

Tabel 3.5

No

Pekerjaan

Jumlah

Persentase (%)

1.

Pelajar/Mahasiswa

3

20%

2.

Pegawai Negeri

2

10%

3.

Pegawai Swasta

7

70%

 

Total

12

100%

Sumber penelitian mahasiswa LAPORAN STUDI VISIT

Berdasarkan data dari 12 responden, maka dapat diketahui bahwa pekerjaan wisatawan yang dominan berkunjung ke Desa Budaya Kertalangu adalah sebagai pegawai swasta dengan jumlah wisatawan sebanyak 7 orang dengan presentase sejumlah 70 %.

3.2 Motivasi Wisatawan Berkunjung ke Desa Wisata Kertalangu

3.2.1 Motivasi Wisatawan Berkunjung ke Desa Wisata Kertalangu

Tabel 3.6

No

Motivasi

Jumlah

Persentase (%)

1.

Berekreasi

3

30%

2.

Relaksasi

9

70%

3.

Bisnis

0

0%

 

Total

12

100%

Sumber penelitian mahasiswa LAPORAN STUDI VISIT

Berdasarkan data dari 12 responden, maka dapat diketahui bahwa motivasi wisatawan yang dominan berkunjung ke Desa Budaya Kertalangu adalah relaksasi dengan jumlah wisatawan sebanyak 9 orang dengan persentase sejumlah 70 %.

BAB IV

SIMPULAN DAN SARAN

4.1 Simpulan

Setelah melakukan penelitian dengan cara observasi dan pengamatan langsung ke lapangan untuk mendapatkan data yang lebih lengkap juga dibantu dengan kuisioner dan wawancara langsung dengan wisatawan. Responden yang akan diambil dalam penelitiaan ini ditentukan secara acak, sedangkan pengambilan data dilakukan secara aksidental sampling, sehingga dapat diketahui bahwa wisatawan yang dominan mengunjungi Desa Wisata Kertalangu adalah wisatawan laki-laki berasal dari nusantara yang berprofesi sebagai pegawai swasta dengan pendidikan SMA dan sarjana dari usia 28 tahun s.d ke atas.

4.2 Saran – Saran

Di Desa Budaya Kertalangu terlihat sudah sangat baik mulai dari fasilitas, aktifitas yang ditawarkan, lokasi yang strategis, daya tarik yang unik dan event-event menarik namun perlu juga selalu diperhatikan kebersihan dan keamanan untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Promosi juga harus terus digalakkan karena Desa Wisata Kertalangu ini masih sebagai DTW yang baru dan belum banyak diketahui oleh masyarakat umum baik dari nusantara maupun mancanegara.

 

Foto Terkait Penelitian

SDC10741  SDC10742SDC10752SDC10758SDC10753

Related Post:

6 komentar:

Post a Comment

"DO FOLLOW" plugin installed, comment on this site and improve your pagerank